Perkuat Data hingga ke Gampong, Pemerintah Aceh Gandeng 24 Perguruan Tinggi Termasuk STAI Nusantara
Banda Aceh — Pemerintah Aceh terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat dan terpadu. Langkah strategis ini diwujudkan dengan menggandeng 24 perguruan tinggi untuk memperkuat Sistem Informasi Gampong (SIGAP) dan Satu Data Aceh hingga ke tingkat gampong (desa).
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Pemerintah Aceh dan perwakilan 24 perguruan tinggi di Banda Aceh. Hadir dalam kesempatan tersebut, STAI Nusantara yang diwakili oleh Ketua Prodi Ekonomi Syari’ah, Nanang Hasani, SE., MM.
Kehadiran perwakilan STAI Nusantara ini menegaskan peran aktif lembaga pendidikan tinggi Islam dalam mengawal validitas data dan pembangunan ekonomi berbasis pedesaan.
Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Al Muniza Kamal, menyampaikan bahwa pelibatan dunia kampus sangat krusial. Melalui riset, pengembangan teknologi, serta penyediaan sumber daya akademik, tata kelola pemerintahan diharapkan menjadi jauh lebih baik dan terukur.
Senada dengan hal tersebut, Aceh Lead SKALA, Dicky Ariesandi, menekankan bahwa penguatan data hingga tingkat gampong berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat serta penerapan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Kolaborasi Strategis Kampus dan Pemerintah
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kerja sama konkret antara Pemerintah Aceh dan perguruan tinggi (termasuk STAI Nusantara) akan diarahkan pada beberapa program utama:
1. KKN Tematik: Memanfaatkan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa untuk mendampingi pengumpulan dan validasi data langsung di tingkat gampong.
2. Program Magang & MBKM: Pelibatan mahasiswa—termasuk dari bidang ekonomi dan statistika—melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk memperkuat pengelolaan Portal Satu Data Aceh serta portal tingkat kabupaten/kota.
3. Sinergi Kebijakan: Penyelarasan data gampong, kabupaten/kota, hingga provinsi agar perencanaan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Melalui kolaborasi pentahelix ini, keterlibatan akademisi seperti Nanang Hasani, SE., MM. dari STAI Nusantara diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan integrasi data yang valid dan berkelanjutan di seluruh gampong di Aceh.
